Selasa, 17 April 2012
Pengertian Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”. Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.
Etika Profesi
Sebelum Membahas mengenai etika Profesi alangkah baiknya kita bahas dulu apa yang dimaksud dengan etika ;
Etika adalah : Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasaYunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atauadat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengankonsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.
Etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsip prinsip moralyang ada.
pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik. Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok sosial (profesi) itu sendiri.
Oleh karena itu dapatlah disimpulkan bahwa sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari masyarakat, bilamana dalam diri para elit professional tersebut ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada masyarakat yang memerlukannya.
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.
Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agara mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya.
Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalamhidupnya.
Ada Ada dua dua macam macam etika etika yang yang harus harus kita kita pahami pahami
bersama bersama dalam dalam menentukan menentukan baik baik dan dan
buruknya buruknya prilaku prilaku manusia manusia :
ETIKA DESKRIPTIF, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
ETIKA NORMATIF, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
kode etik professi
Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupakata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis.
Kode etik ; yaitu norma atau azas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari- hari di masyarakat maupun di tempat kerja.
MENURUT UU NO. 8 (POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN) Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu contoh tertua adalah ; SUMPAH HIPOKRATES yang dipandang sebagai kode etik pertama untuk profesi dokter.
Hipokrates adalah doktren Yunani kuno yang digelari : BAPAK ILMU KEDOKTERAN. Beliau hidup dalam abad ke- 5 SM. Menurut ahli-ahli sejarah belum tentu sumpah ini merupakan buah pena Hipokrates sendiri, tetapi setidaknya berasal dari kalangan murid-muridnya dan meneruskan semangat profesional yang diwariskan oleh dokter Yunani ini.
Faktor yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika
Kebutuhan individu.
Korupsi alasan ekonomi.
Tidak ada pedoman.
Area “abu-abu”, sehingga tak ada panduan.
Perilaku dan kebiasaan individu.
Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi.
Lingkungan tidak etis.
Pengaruh dari komunitas.
Perilaku orang yang ditiru.
Efek primordialisme yang kebablasan.
Sangsi Pelanggaran Etika
Sanksi Sosial
Skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
Sanksi Hukum
Skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama, diikuti oleh hukum Perdata.
Profesi Profesional
“Bekerjalah dengan cinta…
Jika engkaun tidak dapat bekerja dengan cinta,
Lebih baik engkau meninggalkannya..
Dan mengambil tempat di depan pintu gerbang
Candi-candi, meminta sedekah kepada mereka
Yang bekerja dengan penuh suka dan cita”
( Kahlil Gibran )
• Seorang pelaku profesi harus memiliki sifat – sifat berikut :
a. Menguasai ilmu secara mendalam di bidangnya
b. Mampu mengkonversi ilmu menjadi keterampilan
c. Menjunjung tinggi etika dan integritas profesi
• Profesional adalah orang yang menjalankan profesinya secara benar menurut nilai-nilai normal.
• Untuk menjadi orang yang professional, diperlukan : komitmen, tanggung jawab, kejujuran, sistematik berfikir, penguasaan materi, menjadi bagian masyarakat professional.
Gambaran Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi
Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 4 kelompok sesuai bidangnya.
a. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak ( software ), baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi
Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
• Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system yang dianalisa sebelumnya
• Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
• Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras ( hardware ).
Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
• Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.
• Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
c. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
• EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
• System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.
• Mis Director, merupakan orang yang memiliki wewenang paling tinggi terhadap sebuah system informasi, melakukan manajemen terhadap system tersebut secara keseluruhan baik perangkat keras, perangkat lunak maupun sumber daya manusianya.
Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi
Untuk mengatakan apakah suatu pekerjaan termasuk profesi atau bukan, criteria pekerjaan tersebut harus diuji.
Sebagai contoh, pekerjaan sebagai staf operator computer ( sekedar mengoperasikan ), tidak masuk dalam golongan profesi jika untuk bekerja sebagai staf operator tersebut tidak membutuhkan latar belakang pendidikan tertentu.
Adapun seorang software engineer dapat dikatakan sebagai sebuah profesi karena seseorang yang bekerja sebagai software engineer haruslah berpengetahuan dan memiliki pengalaman kerja di bidangnya.
Julius Hermawan ( 2003 ), mencatat dua karakteristik yang dimiliki oleh software engineer sehingga pekerjaan tersebut layak disebut sebuah profesi, yaitu :
1. Kompetensi
Kompetensi yang dimaksud yaitu sifat yang selalu menuntut professional software engineer untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.
2. Tanggung jawab pribadi
Yang dimaksud yaitu kesadaran untuk membebankan hasil pekerjaannya sebagai tanggung jawab pribadi.
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar, seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam pengembangan perangkat lunak, seperti :
a. Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
b. Manajemen sumber daya
c. Mengelola kelompok kerja
d. Komunikasi
sumber : http://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/pengertian-profesi/
Jenjang Karir di Dunia IT
29 06 2010Setelah sekian lama terhenti, akhirnya saya lanjutkan tulisan mengenai karir di dunia IT sebagaimana yang pernah saya janjikan sebelumnya. Tulisan ini akan membahas tentang tingkatan-tingkatan yang lazim dalam setiap profesi di dunia IT. Mengenai jenis-jenis profesi IT dapat dibaca di artikel “Profesi di Dunia IT” bagian 1 atau bagian 2.
Seperti bidang-bidang pekerjaan lainnya, profesi di dunia IT memiliki jenjang / tingkatan / level yang telah berlaku secara umum di dunia kerja yaitu:
- Fresh Graduate
- Junior
- Experienced
- Senior
- Principal
- Manager
- Director
1. Fresh Graduate
Mereka yang baru saja lulus dari universitas, institut, akademi ataupun sekolah menengah kejuruan dapat digolongkan sebagai fresh graduate. Sebagian dari mereka ada yang telah memiliki pengalaman kerja sehingga dapat digolongkan sebagai Junior atau malah Experienced. Untuk kasus ini sebutannya berubah dari fresh graduate menjadi experienced graduate.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh selama kuliah, fresh graduate umumnya telah memiliki dasar-dasar pengetahuan dibidang IT seperti programming atau networking, akan tetapi tetap perlu adanya penyesuaian dengan lapangan kerja yang ada.
Sebagian besar fresh graduate belum dapat memastikan bidang profesi IT mana yang akan mereka jalani. Biasanya fresh graduate akan memilih bidang profesi yang sesuai dengan perusahaan tempat pertamakali mereka diterima kerja walaupun beberapa dari mereka ada juga yang telah memutuskan untuk bekerja di bidang profesi IT tertentu sesuai minat atau hobby-nya.
Salary:
Seorang fresh graduate ada yang sudah pernah bekerja sebagai freelance atau magang sejak kuliah. Penghasilan tentunya belum tetap tetapi minimal masih menutup ongkos pulang pergi dan biaya hidup sehari-hari sebagai single..
2. Junior
Setelah diterima kerja pertama kali sebagai karyawan, biasanya seorang fresh graduate akan di-training oleh perusahaan untuk dapat dipekerjakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Mereka yang lulus training ini biasanya diberi titel “Junior“, misalnya Junior Programmer, Junior Network Engineer ataupun Junior Consultant. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Genin” di salah satu manga terkenal
Seorang yang telah berada pada level junior dapat langsung mengisi lowongan kerja dengan kriteria misalnya: Programmer / IT staff dengan pengalaman 1 – 2 tahun. Ciri-ciri dari level junior adalah:
- Dapat bekerja dalam proyek / layanan IT tertentu pada tingkat dasar (basic). Misalnya sebagai programmer melakukan coding sederhana atau melakukan testing dan defect reporting. Sebagai network engineer dapat melakukan instalasi PC, setting network, IP address, instalasi switch/hub
- Bekerja dibawah pengawasan / supervisi dari yang lebih berpengalaman.
- Pengalaman kerja dibawah 2 tahun
Salary:
Pada level ini, salary yang diterima dapat berbeda-beda pada setiap perusahaan dan lokasi / kota tempat bekerja. Saya tidak akan memberikan nominalnya karena tentunya akan berubah terus seiring besarnya inflasi di negara kita. Yang pasti, umumnya sudah lebih dari cukup untuk membayar cicilan kendaraan roda dua (baru)..:)
3. Experienced
Setelah bekerja selama lebih dari 2 tahun, seorang junior dapat naik ke level “Experienced“. Orang-orang di level inilah yang paling banyak dibutuhkan di dunia kerja dan dapat dianggap “siap kerja”.
Nama profesi di level ini biasanya tidak diawali oleh embel-embel tertentu. Kalau kita mendengar istilah “Programmer”, “Developer”, “Software Engineer”, “Network Engineer”, maka itu sama saja dengan “Experienced Programmer” atau “Experienced Software Engineer”. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Chunnin” di salah satu manga terkenal
Ciri-ciri dari level ini adalah:
- Dapat bekerja dalam proyek / layanan IT pada tingkat menengah atau lanjut dengan menerapkan teknologi atau metodologi terkini. Misalnya sebagai programmer/developer melakukan software design, menerapkan design pattern, OOP, coding sesuai standar (coding standard) dan best practice sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang berkualitas. Sebagai network engineer dapat melakukan LAN design, instalasi dan setting server, instalasi dan setting router, core switch, LAN design, VLAN, interkoneksi WAN dll.
- Dapat bekerja secara mandiri dibawah pengawasan / supervisi yang minimum. Kadang kala tidak membutuhkan supervisi selama bekerja dan akan di review oleh team lead atau atasannya setelah pekerjaannya diselesaikan.
- Pengalaman kerja diatas 2 tahun
Salary:
Salary pada level experienced kurang lebih 2 kali lipat dari level junior, tetapi perbandingan itu dapat saja berbeda bergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing. Setidaknya biaya hidup satu keluarga dan cicilan kendaraan roda empat second masih bisa terbayar kalau tidak ada cicilan lainnya tentunya
4. Senior
Level senior dapat dikatakan sebagai level technical tertinggi yang umumnya dapat dicapai seorang pekerja IT. Kita sering mendengar istilah “Senior Programmer”, “Senior Developer”, “Senior Software Engineer”, “Senior Network Engineer” dll. Untuk mencapai level ini, diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang luas dalam bidangnya. Biasanya orang yang berada di level ini ditempatkan sebagai team lead dalam proyek. Tingkatan ini dapat dianalogikan dengan level “Jounin” di salah satu manga terkenal yang artinya “Elite”.
Ciri-ciri dari level senior adalah:
- Menguasai secara mendalam dan umumnya berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam bidangnya, walaupun ada pula yang mencapai level ini dalam 3 tahun dan ada yang 10 tahun, semuanya bergantung pada kemampuan dan kesempatan masing-masing
- Dapat bekerja tanpa supervisi karena dialah yang seharusnya paling tahu solusi IT terbaik
- Mengawasi (supervise) dan mereview hasil kerja anggota team yang berada di bawah levelnya seperti Junior dan Experienced
- Sebagai tempat bertanya / mentor dalam hal teknologi (technology expert) di lingkungan kerjanya
- Berperan sebagai designer / analyst / architect atau team lead dalam sebuah proyek
Seorang yang pantas dianggap memiliki tingkatan senior adalah “Expert” dalam bidang profesinya dan dapat diserahi tanggung jawab penuh mengenai teknologi dalam sebuah proyek atau layanan IT.
Salary:
Salary pada level senior ini umumnya 3 kali lipat dari level junior, atau 3/2 kali level experienced, tetapi ada pula yang mencapai 2 kali level experienced. Biasanya yang telah mencapai level ini sudah mampu menanggung biaya hidup satu keluarga dan membayar cicilan kendaraan roda empat (baru) atau cicilan KPR rumah idaman.
5. Principal
Istilah principal dalam jenjang karir IT mungkin agak jarang terdengar. Istilah seperti “Principal Software Engineer” atau “Principal Network Engineer” telah umum digunakan di dunia IT, hanya saja tidak banyak penyandang sebutan ini. Principal di sini maksudnya adalah “utama” / paling top. Selain tidak semua profesional IT dapat mencapai level ini, sebagian besar perusahaan merasa cukup untuk mempekerjakan seorang dengan level senior sebagai expert dalam aspek teknis. Akibatnya profesional IT yang telah mencapai level senior akan beralih ke manajemen seperti project manager bila ingin mencapai karir yang lebih tinggi.
Kalau kita meminjam istilah salah satu manga terkenal, bisa dikatakan ini adalah level “S-Class” atau “Super”. Mereka yang dianggap mencapai level ini biasanya diakui sebagai yang paling cemerlang diantara para senior. Mereka tidak hanya dianggap sebagai “Expert” tetapi juga sebagai “Leader” dalam bidangnya.
Ciri-ciri dari level ini adalah:
- Memiliki seluruh kemampuan dari level senior
- Sebagai tempat bertanya dalam hal teknologi dalam bidang profesinya (technology expert and leader) dalam lingkungan yang lebih luas baik nasional maupun internasional
- Sering membuat artikel / tulisan-tulisan mengenai bidang profesinya yang bermanfaat bagi orang lain
- Dapat dipercaya untuk membangun / mengembangkan sebuah standard (set the standards) yang digunakan dalam bidang profesinya, misalnya menciptakan design pattern tertentu atau metodologi pengembangan software yang efektif.
Salah satu contoh dari level ini adalah mereka yang mendapatkan MVP Award (Most Valuable Professional) dari sebuah raksasa software yang tidak asing lagi bagi kita, atau yang memegang sertifikat CCIE dari sebuah vendor jaringan terbesar.
Salary:
Salary pada level ini tidak dapat dipastikan karena biasanya mereka adalah orang-orang khusus yang selain aset penting dalam proyek juga merupakan point penting atau “prestige” dari sebuah perusahaan IT. Sebagian dari mereka bisa berpenghasilan melebihi project manager.
6. Manager
Seorang dengan level senior dan memiliki track record yang bagus biasanya dapat dipromosikan sebagai managar, dalam hal ini adalah Project Manager. Posisi manager dalam dunia IT banyak macamnya. Beberapa istilah yang sering kita dengar diantaranya adalah:
- Project Manager
- Development Manager
- Application Manager / Network Manager
- IT Manager / General Manager IT
- Technical Manager
- Product Manager
- Senior Manager
Project manager adalah salah satu posisi manager yang sering kita dengar di dunia IT. Tugas utama seorang project manager adalah memastikan sebuat proyek berjalan lancar sesuai harapan. Tugas-tugas umum seorang project manager adalah membuat perencanaan yang mencakup biaya, waktu pengerjaan, jumlah pekerja yang dibutuhkan, kemudian mengontrol jalannya proyek dan menyingkirkan segala hambatan/rintangan dalam proyek baik dalam hal teknis (teknologi) atau non teknis (politik, birokrasi).
Bagi yang memerlukan penjelasan lebih lanjut dapat membacanya di dokumen PMBOK (Project Management Body of Knowledge) oleh PMI (Project Management Institute). PMI juga mengeluarkan sertifikasi project manager yang diakui secara internasional yaitu Project Manager Professional (PMP).
Mengenai jenis manajer lainnya akan saya jelaskan di tulisan selanjutnya yang berjudul “Profesi Manajer di Dunia IT”
Salary:
Salary seorang project manager bisa disejajarkan dengan profesi manager lainnya terutama di perusahaan yang representatif, umumnya yang sudah mencapai tingkatan ini sudah memiliki rumah sendiri, mengendarai kendaraan roda empat ke kantornya dan bisa jalan-jalan ke luar negeri kapan saja, apalagi kalau baru terima bonus dari proyeknya ..
7. Director
Seorang profesional IT yang dapat mencapai level direktur IT mungkin agak jarang sejarang kita mendengar istilah “IT Director”. Inilah jenjang karir tertinggi yang masih berhubungan erat dengan IT. Posisi ini juga dikenal sebagai CTO (Chief Technology Officer). Seorang yang berada di level direktur idealnya bekerja di tingkatan kebijakan dan strategi. Kebijakan dan strategi dalam pengembangan dan implementasi IT tentunya bagi seorang IT director.
IT director diperlukan di perusahaan yang menempatkan IT sebagai hal yang critical dan sangat penting, sedangkan CTO biasanya ada di perusahaan IT / software development yang sudah cukup besar
Salary:
Salary IT director tentunya setara dengan posisi direktur lainnya. Dalam kasus tertentu bisa melebihi CEO sekalipun. Ini bisa terjadi bila sang IT director adalah konsultan lepas yang dikontrak selama misalnya 2 tahun untuk mengembangkan implementasi IT secara menyeluruh di suatu organisasi. Setelah proses implementasi selesai dan sistem telah stabil, tampuk kepemimpinan IT dapat diserahkan ke IT manager dibawah direktur operasional, misalnya.
Sekian dulu tulisan ini. Bagi yang masih ragu-ragu untuk terjun ke dunia IT mudah-mudahan termotifasi dan bagi yang telah menjadi profesional IT tetaplah termotifasi untuk meraih jenjang yang lebih tinggi.
Bila ada saran/kritik silakan “leave a comment”. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga ada manfaatnya…
More power to your spirit!
Himaone Kuli-Kode
Senin, 16 April 2012
Draft Kontrak Kerja untuk Proyek IT
Berikut ini adalah contoh draft kontrak kerja untuk proyek IT :
Jenis-Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingannya dengan Negara-negara Lain
Analyst Programmer
Seorang analis bertugas untuk merancang, membuat 'code' program, dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan sebuah sistem atau aplikasi.
Web Designer
Mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut.
Systems Programmer/Softaware Engineer
Seseorang dengan posisi ini, harus terbiasa dengan pengembangan software 'life cyclces' dan memiliki keterampilan dalam mendesain suatu aplikasi, bahkan sistem. Tugasnya adalah menyiapkan program sesuai dengan spsifikasi, melakukan dokumentasi program, dan menguji program yang telah dibuat.
IT Executive
Seorang eksekutif IT bertanggung jawab untuk memelihara kecukupan, standard & kesiapan systems/infrastructure untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif & efisien. Selain itu
harus juga menerapkan prosedur IT & proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.
IT Administrator
Tugasnya adalah menyediakan implementasi & administrasi yang meliputi Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN) dan koneksi dial-up, firewall, Proxy serta pendukung teknisnya.
Network Administrator
Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya.
Database Administrator
Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
Systems Engineer
- Menyediakan rancangan sistem & konsultasi terhadap pelanggan.
- Memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya.
- Termasuk melakukan pelatihan teknis ke pelanggan & IT administrator.
Network Support Engineer
- Melaksanakan komunikasi & analisa sistem networking
- Mendisain perencanaan untuk integrasi. Mendukung jaringan pada internet, intranet & extranet.
- Menganalisa & ikut ambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan & implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN & WAN
IT Manager
- Mengatur kelancaran dari sistem IT.
- Troubleshooting & membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT.
- Sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.
Perbandingan dengan negara lain:
Singapore
Pada model Singapore juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas. Misal pada System development dibagi menjadi:
- Programmer
- Analyst/Programmer
- Senior Analyst/Programmer
- Principal Analyst/Programmer
- System Analyst
- Senior System Analyst
- Principal System Analyst
Malaysia
Model Malaysia ini mirip dengan model Singapore, juga membedakan posisi pekerjaan pada berbagai sektor bisnis. Tetapi berbeda dalam melakukan ranking senioritas, misal untuk System Development:
- Programmer
- System Analyst/Designer
- System Development Executive
Inggris
Model British Computer Society (BCS)
Untuk model BCS pekerjaan diklasifikasikan dalam tingkatan sebagai berikut :
Level 0 . Unskilled Entry
Level 1 . Standard Entry
Level 2 . Initially Trainded Practitioner
Level 3 . Trained Practitioner
Level 4 . Fully Skilled Practitioner
Level 5 . Experienced Practitioner/Manager
Level 6 . Specialist Practitioner/Manager
Level 7 . Senior Specialist/Manager
Level 8 . Principal Specialist/Experienced Manager
Level 9 . Senior Manager/Director